Bismillah
Sungguh,,, dari niat tulus membantu seorang sahabat, hadiah Allah datang tak diundang dengan indahnya. Mungkin memang sudah skenarioNya . Ntah dari mana datang begitu saja. Tak diduga. Ikhtiyar masa lalu berbuah kelegaan di masa kini. Dengan niat membantu meringankan beban orang tua. Awalnya memang ga menuntut apapun dikemudian hari. Kalaupun rezeki, ya memang sudah ada yang mengatur dan hal itu sangatlah harus disyukuri.
tapi alangkah "spektakuler" nya hadiah Allah itu. Hal yang tak terpikirkan sebelumnya, ternyata hadiah itu sudah tersedia .
Memang sungguh Maha Luas dan Maha Pemurahnya Allah. Sebagaimanapun perilaku hambaNya kepadaNya, namun tidak menyurutkan nikmat rezeki yang diperuntukkan bagi siapa pun yang dikehendaki-Nya. Alhamdulillah, masih terasa kesadaran diri ini untuk selalu bersyukur dan terus intropeksi dalam setiap tingkah dan perbuatan. Dengan harapan setiap amal baik yang dikerjakan akan bisa menutupi lobang-lobang pahala amal baik sebelumnya yang sempat ternodai.
Sungguh Engkau dzat yang Maha Sempurna di atas muka bumi berikut isi nya.
Syukurku tak kan cukup untuk membalas segala pemberianMu .
Hanya mampu mengutarakan dengan segala kelemahan yang ada dibalik kekuatan yang seadanya untuk mensyukuri apa yang telah dikaruniakan untukku.
Demi Engkau dzat yang Maha Abadi, pengatur segala urusan.
Alhamdulillah. Spektakuleeerrrrrrr :-D
Ingatlah, Al-Imam As-Syafi'i berkata dalam kitabnya, Al-Umm :
" Ilmu bagaikan hewan buruan, mencatat ilmu sama dengan mengikatnya "
Abu Hanifah Muh.Faisal Al-Bantani Al-Atsary
" Ilmu bagaikan hewan buruan, mencatat ilmu sama dengan mengikatnya "
Abu Hanifah Muh.Faisal Al-Bantani Al-Atsary
Rabu, 06 Februari 2013
Senin, 04 Februari 2013
Hadits untuk hari ini
Dari Abu Mas'ud Al-Badry ra, ia berkata : "Rasulullah saw bersabda : 'Ada seseorang yang hidup pada zaman sebelum kalian ini yang dihisab dengan begitu detail, lalu tidak ditemukan kebaikan sama sekali padanya. Hanya saja dahulu dia biasa bermuamalah dengan orang banyak, sementara dia merupakan orang yang dilapangkan rizkinya. Dia selalu berpesan kepada para kolektornya agar memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan dalam membayar hutang. Akhirnya, Allah swt pun berfirman : "Aku lebih berhak dalam memberikan kelonggaran daripada dia. Sekarang (wahai para malaikat), hapuslah dosa-dosanya.
*sumber Ringkasan Riyadush Shalihin
Minggu, 03 Februari 2013
Pasang surut ??? wajar lah yaaaaa... -.-"
Bismillahirahmanirrahiim ...Hari tampak indah karena semangat
Hati terasa bahagia karena semangat
Langkah tampak mantap karena semangat
Senyum yang ikhlas terpancar karena semangat
Ceria sepanjang hari karena semangat
namun...
semangat itu bersaing dengan keadaan perasaan, letihnya fikiran, berbagai masalah, yang selalu mempengaruhi semangat itu sendiri. Namun, itulah yang sering terjadi.
semangat itu mengalami pasang surut. Pengaruh itu akan langsung terasa dan langsung dapat terlihat . Karena hubungannya erat dengan sikap .
pasang surut laut pun menjadi gambaran bahwa ia pasang karena ingin mengeluarkan apa yang selama ini ada dalam dirinya. Menyapu lebih luas permukaan daratan yang jarang tersentuh oleh ombak yang biasa menghampiri.
Dan ia pun surut karena ingin menyembunyikan apa yang selama ini terlihat. Meringkuk karena takut akan berlebihan. Lebih yang membawa ketidaknyamanan.
pasang surut bagiku adalah kewajaran.
sumber gambar : http://just-serendipity.blogspot.com/2011/06/langit-biru-pantai-dan-ombak.html
Margaasih <-> Jatinangor, dimensi yang berbeda
Bismillah..
hmmmm... seminggu sudah saya berada di rumah. Setelah beberapa minggu tidak pulang karena berkutat dengan "masalah" yang sedang saya tekuni. sangat serius,,, hahaha... yakin seriusss ???
ingin flashback waktu seminggu yang lalu --> :
Selama di kosan yang bertempat di Jatinangor, memang saya berkutat dengan "masalah" yang sedang saya tekuni itu. Dengan kondisi musim yang sudah beberapa bulan ini membasahi wilayah sumedang dan sekitarnya. Yaaa... membuat hal tersebut menjadi pelengkap atas segala perjuangan yang sedang dihadapi.
Teriknya matahari hanyalah sekelibat saja. Tidak terlalu sering. Sampai-sampai sinar matahari menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu karena cucian kagak kering-kering.. hahaha... Sinar mentari itu menjadi suatu hal yang dinanti.
Ketika saya sampai dirumah yang berlokasi di wilayah Bandung Kulon, tepatnya Margaasih dekat cijerah gitu dechhh, kondisi cuaca tidak lah begitu berbeda, kalo tidak hujan ya mendung. Jadi, jatinangor dan margaasih tidak begitu berbeda yaaaaaa... suasana yang serupaa... :-)
Namun, hari ini, tepat nya siang ini saya bertolak ke Jatinangor kembali, karena ternyata untuk meyelesaikan "masalah" saya ituu.. medan perjuangan saya lebih tepat di Jatinangor ini. Sedangkan dirumah medan perjuangan yang dihadapi pun berbeda lagi.
okeee... saya pun akhirnya pamit untuk balik ke jatinangor dengan suasana yang cerah namun tidak pula terlalu terik.. yang sedang-sedang sajaaaa... hehe
saya pun menikmati perjalanan ke Jatinangor city. Sampai hampir memasuki jalan Moh.Toha langit pun mulai mendung... waaaaaaahhh alamat mau hujan nih... sampai bis yang saya tumpangi melewati jalan tol, tetesan air pun tidak turun jua.. hmmm... mungkin mendung aja nih...
Tapi pas sampai keluar tol cileunyi, baru lah sinar matahari muncul.. hmmmmmm... syukur lah...
waaaaaaaahhh... alhamdulillah nyampe juga ni di Jatinangor.. pas turun damri........
nyeeeessssssssSSSSSSSSSSZZZZZZ,,,,, Panas Booooooooooo... Beda banget sama pas waktu berangkat...
Ya Salaaaaaammmm... adaptasi yang super kilaaaaaaaatttttttt... heuu.... panas nya ampe ke ubun-ubun...
mana nunggu angkot dateng pula, lumayan spa gratis dengan campuran bebatuan superhalus ( alias debu ) dan asap2 dari semprotan knalpot,,, lengkap sudaaaaaahhh... serasa di gurun pasir. angin yang berhembus pun tidak menyejukkan sama sekali. Angin panas... wuaaaaaaaaaa... >,<
haaaaaaaa... ada angkot buru-buru naik dahhhhh...
hhhhhmmmmmmmmmmmm... nyampe kosan.... adeuuummm beuudddddd,,,
fiuhhhh... Subhanallah hari ini serasa melewati dua dimensi yang berbeda
Margaasih dengan kesejukannya, dan Jatinagor dengan kegersangannya... hadeuhhhh...
dan mulai besok dan beberapa hari kedepan saya akan terbiasa dengan suasana Jatinangor yang akan menemani hari-hari saya disini.
hmmmm... seminggu sudah saya berada di rumah. Setelah beberapa minggu tidak pulang karena berkutat dengan "masalah" yang sedang saya tekuni. sangat serius,,, hahaha... yakin seriusss ???
ingin flashback waktu seminggu yang lalu --> :
Selama di kosan yang bertempat di Jatinangor, memang saya berkutat dengan "masalah" yang sedang saya tekuni itu. Dengan kondisi musim yang sudah beberapa bulan ini membasahi wilayah sumedang dan sekitarnya. Yaaa... membuat hal tersebut menjadi pelengkap atas segala perjuangan yang sedang dihadapi.
Teriknya matahari hanyalah sekelibat saja. Tidak terlalu sering. Sampai-sampai sinar matahari menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu karena cucian kagak kering-kering.. hahaha... Sinar mentari itu menjadi suatu hal yang dinanti.
Ketika saya sampai dirumah yang berlokasi di wilayah Bandung Kulon, tepatnya Margaasih dekat cijerah gitu dechhh, kondisi cuaca tidak lah begitu berbeda, kalo tidak hujan ya mendung. Jadi, jatinangor dan margaasih tidak begitu berbeda yaaaaaa... suasana yang serupaa... :-)
Namun, hari ini, tepat nya siang ini saya bertolak ke Jatinangor kembali, karena ternyata untuk meyelesaikan "masalah" saya ituu.. medan perjuangan saya lebih tepat di Jatinangor ini. Sedangkan dirumah medan perjuangan yang dihadapi pun berbeda lagi.
okeee... saya pun akhirnya pamit untuk balik ke jatinangor dengan suasana yang cerah namun tidak pula terlalu terik.. yang sedang-sedang sajaaaa... hehe
saya pun menikmati perjalanan ke Jatinangor city. Sampai hampir memasuki jalan Moh.Toha langit pun mulai mendung... waaaaaaahhh alamat mau hujan nih... sampai bis yang saya tumpangi melewati jalan tol, tetesan air pun tidak turun jua.. hmmm... mungkin mendung aja nih...
Tapi pas sampai keluar tol cileunyi, baru lah sinar matahari muncul.. hmmmmmm... syukur lah...
waaaaaaaahhh... alhamdulillah nyampe juga ni di Jatinangor.. pas turun damri........
nyeeeessssssssSSSSSSSSSSZZZZZZ,,,,, Panas Booooooooooo... Beda banget sama pas waktu berangkat...
Ya Salaaaaaammmm... adaptasi yang super kilaaaaaaaatttttttt... heuu.... panas nya ampe ke ubun-ubun...
mana nunggu angkot dateng pula, lumayan spa gratis dengan campuran bebatuan superhalus ( alias debu ) dan asap2 dari semprotan knalpot,,, lengkap sudaaaaaahhh... serasa di gurun pasir. angin yang berhembus pun tidak menyejukkan sama sekali. Angin panas... wuaaaaaaaaaa... >,<
haaaaaaaa... ada angkot buru-buru naik dahhhhh...
hhhhhmmmmmmmmmmmm... nyampe kosan.... adeuuummm beuudddddd,,,
fiuhhhh... Subhanallah hari ini serasa melewati dua dimensi yang berbeda
Margaasih dengan kesejukannya, dan Jatinagor dengan kegersangannya... hadeuhhhh...
dan mulai besok dan beberapa hari kedepan saya akan terbiasa dengan suasana Jatinangor yang akan menemani hari-hari saya disini.
Jumat, 01 Februari 2013
Ia adalah sebuah pemberian teragung dari-Nya
:: Ia adalah pemberian-Nya yang ditakdirkan untukku, tentang
sebuah Rasa,,,Ia ::
Ia yang selalu hadir, kala kubutuhkannya
Ia yang selalu memberi ketenangan dikala gundah
Ia yang setiap membangkitkan, kala kuterjatuh
Ia yang selalu menguatkan, kala kulemah
Ia yang selalu menghentikan lelehan air mata, kala
kumenangis
Ia yang selalu memberikan rasa sayang, kala ku iba
Ia yang selalu mengikhlaskan, kala ku tak rela
Ia yang selalu menyejukkan, kala ku marah
Ia yang selalu menemani, kala ku sendiri
Ia yang selalu menjaga, dikala ku terlelap
Ia yang selalu memenuhi setiap perjalanan hidupku.
Ia.....
adalah pemberian-Nya
yang tak terbatas. Sebab kasih sayang-Nya yang berlimpah membuatku tak mampu
menguraikan seluruh rasa yang ada. Dari yang bisa terungkap sampai yang
membuatku hanya mengucap rasa syukur atas kehadirannya dalam hidupku.
Ia ....
Adalah pemberian-Nya yang tak terbatas yang mampu membuatnya
bertahan mengiringi masa-masa senang dan susah bersamaku.
Ia...
Adalah pemberian-Nya yang tak terbatas yang menurutku khusus
diberikan untukku, karena masing-masing diri memaknai hal yang berbeda akan
kehadirannya.
Ia...
Adalah pemberian-Nya yang tak terbatas yang membuatku tak
sanggup untuk terpisah darinya bahkan ku tak rela jika ia diganti dengan yang
lain.
Dan adalah ia...
hadiah agung sepanjang hidup yang lahir bersama kehadiranku
didunia ini. Hadiah terindah yang telah mengiringi sepanjang hidupku sampai
saat ini.
Ia ... ia lah sebuah rasa.
Label:
Cinta ^^
Lokasi: Indonesia
Margaasih 40215, Indonesia
Curahan di awal Februari
Beberapa hari kebelakang, ntah
apa yang membuat saya berfikir bahwa apa yang saya harapkan tidak akan
tercapai. Merasa ada sesuatu yang akan memutus harapan itu. Ada sebuah rasa
yang kurang dimengerti maknanya, ingin membayangkan namun kekhawatiran selalu
melanda. Bukannya tidak mempercayai akan
rencana-Nya. Namun kekhawatiran itu lah yang membuat diri ini sedang dipenuhi
rasa-rasa maupun fikiran yang (negatif) membuat diri ini merasa lemah dan tidak
bersemangat.
Allahu Rabbii, saya tidak mau
membayangkannya terlalu jauh, bahkan sekedar mencobanya pun terasa enggan.
Saya butuh untuk berjuang,, yaaaa
berjuang untuk mengisi setiap sel-sel yang ada dalam fikiran ini dengan aura
positif . Sekalipun itu sangat berat, dengan perasaan yang tidak yakin bahwa
saya bisa melawannya. Yaaaa... aura negatif itu yang tengah menguasai diri
saya. Sangat kuat.
Apa mungkin karena saya sedang sedikit “dibatasi” dalam
berinteraksi dengan-Nya. Meskipun hal yang tiap bulan menghampiri itu tidak menjadi
penghalang untuk berinteraksi dengan-Nya, namun sedikitnya ada hal yang dirasa
begitu kurang “esensi”nya ketika berinteraksi langsung dengan-Nya dalam
aktifitas yang 5 waktu itu. Sangat berbeda.
Ya Allah, mungkin inilah efek yang sedang dilanda kefuturan
dalam keimanannya. Terasa begitu kurang nyaman dari biasanya. Kurang terasa
damai.
Mungkin amal yaumi saya yang akhir-akhir ini begitu sangat
kurang saya dijalani.
Yaaaa... mungkin itu lah jawabannya. Saya hanya perlu
men-charge ruhaniah saya. Dengan amal yaumi
yang bisa saya lakukan sebisanya dengan sedikit keterbatasan untuk
sementara waktu.
Semoga curahan ini bisa melegakan keresahan dalam hati saya
yang tengah saya alami saat ini.
:-D
Label:
renungan sekilas
Lokasi: Indonesia
Margaasih 40193, Indonesia
Jumat, 04 Januari 2013
Tahun baru, Rencana baru.. hmmm seperti nya memang mesti begitu :)
Waaaahhhh... gak terasa udah 2013 aja... tahun kemarin ngapain aja yaaa... haaaa....lupa, saking banyak yang dilakukan dan dilalui.. Yang penting dari tahun yang lalu wajib dan kudu untuk berbenah dan mengingat sesuatu yang bisa dievaluasi agar lebih baik kedepannya.Hmmm... yang saya lakukan menjelang tahun baru adalah membayangkan apa yang ingin diwujudkan di tahun depan. Dari sini lah muncul niat baik untuk menggapainya sedikit demi sedikit. Hingga pada akhirnya muncul keberanian untuk melewati suatu bentuk perencanaan dengan tekad baik . Satu langkah telah terlewati dengan lancar atas izin dari Sang yang berwenang untuk meraih apa yang telah direncanakan. Dan siap memulai dalam mempersiapkan apa saja bekal untuk menjalaninya. Menyusul langkah-langkah yang lain yang akan digapai. Intinya adalah proses.
Namun kenyataanya tekad yang baik itu akan tertunaikan manakala ada sesuatu yang mendesaknya. Ya desakan yang harus untuk disegerakan. Hmmmm... tak ada salah nya dan memang bukan suatu desakan yang mendadak. Tentunya hal tersebut akan datang manakala kita memang sudah dianggap siap untuk menghadapinya. Hadapi dan jalani. Semua ada saat nya. Seperti anak kecil yang akan mulai berjalan. Ia akan melewati tahap-tahap dimana jatuh bangun itu terus terulang. Sampai ia kuat untuk berdiri dengan waktu yang lama dan mulai kuat untuk melangkahkan kaki nya dengan perlahan. Dari situ lah ia bisa disebut siap untuk berjalan. Begitupun proses selanjutnya. Diawali dengan suatu tekad untuk menggapai suatu harapan dan disertai dengan niat yang sungguh-sungguh. Kemudian mencoba dan mencoba.
" Man Jadda wajada " -> siapa yang bersungguh-sungguh maka ia pun akan mendapatkan.
Tentunya segala tekad,niat,usaha dan doa yang terbaik, Insya Allah akan mendapatkan hal yang terbaik pula.
Jangan sekali-kali mengatakan diri bahwa saya seorang pejuang jika disenggol sedikit saja sudah terjatuh dan enggan untuk bangkit.
Jangan mudah untuk menyerah, karena perjuangan itu sangatlah indah. Kesabaran juga menjadi kunci atas tercapainya suatu keinginan. Maka berjuanglah, karena perjuangan itu amatlah indah..
Indah nya kapan ???
Ya sabar sajaaaa.... :-D
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri Populer
-
Beliau seorang muslimah dari kalangan Anshar dan yang dikenal kaum muslimin sebagai wanita ahli hadits, orator ulung dan wanita mujaha...
-
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakaatuhu Wahai Imamku di masa depan, apa kabarnya kau disana ? Masihkah semangat berjuang men...
-
“ Deg..deg..deg..deg..” , rasa detak jantung begitu kuat Deg.deg.deg.deg. “ kenapa ini dengan jantung ku ??? Detak nya kian cepat....
-
Kehidupan ini ada saja godaanya. Ketika kita sedang berada dipuncak keimanan, tentu hal tersebut tidak selalu tetap pada posisinya. K...
-
بسم الله الر حمن الر حيم Kalau ingin didoakan para malaikat, lakukanlah amal sholeh berikut ini. 1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci...
-
Pernahkan kita merasa lemah karena air mata ? Pernahkan kita merasa lapang karena air mata ? Atau pernahkah kita merasa bahagia d...
-
Waaaahhhh... gak terasa udah 2013 aja... tahun kemarin ngapain aja yaaa... haaaa....lupa, saking banyak yang dilakukan dan dilalui.. Yang pe...
-
“ Wahai para pemuda, mulailah untuk peka terhadap mereka, para orang tua“ Hmmmm... Sebagian besar anak muda zaman sekarang ser...
-
Dari Abu Mas'ud Al-Badry ra, ia berkata : "Rasulullah saw bersabda : 'Ada seseorang yang hidup pada zaman sebelum kalian ini y...
-
Hati - hati dengan hati yang mudah terkotori Hati - hati dengan hati yang bisa terdzalimi Hati - hati dengan hati yang in...


