Ingatlah, Al-Imam As-Syafi'i berkata dalam kitabnya, Al-Umm :
" Ilmu bagaikan hewan buruan, mencatat ilmu sama dengan mengikatnya "

Abu Hanifah Muh.Faisal Al-Bantani Al-Atsary
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman ^^. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman ^^. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

Ukur Sabar :-)

بسم الله الر حمن الر حيم

Butuh kesabaran dlm berbuat baik , btuh ksbaran dlm kejujuran, btuh kesabaran dalam setiap kebaikan. Agar kita mendapatkan kemenangan.
Tiada lagi yg sanggup dimaksimalkan setelah ikhtiyar sungguh2 selain TAWAKAL dan SABAR.
jika mengukur soal sabar, ada dua pendapat. ada yg bilang 'sabar ada batasnya'. ada jg yg bilang 'sabar itu ga ada batasnya'. 
bagi yg bilang 'sabar ada batasnya' mungkin dialah yg membatasi kesabarannya dalam menyikapi sebuah masalah. 
bagi yg bilang 'sabar itu ga ada batasnya', dia berusaha utk trus melapangkan hati utk terus bersabar apapun yg menimpa diri'y.
so, sebenarnya mana yang lebih baik ?
jawabannya : "coba aja praktekin kedua2 nya" :D


Minggu, 03 Februari 2013

Margaasih <-> Jatinangor, dimensi yang berbeda

Bismillah..

hmmmm... seminggu sudah saya berada di rumah. Setelah beberapa minggu tidak pulang karena berkutat dengan "masalah" yang sedang saya tekuni. sangat serius,,, hahaha... yakin seriusss ???

ingin flashback waktu seminggu yang lalu --> :

Selama di kosan yang bertempat di Jatinangor, memang saya berkutat dengan "masalah" yang sedang saya tekuni itu. Dengan kondisi musim yang sudah beberapa bulan ini membasahi wilayah sumedang dan sekitarnya. Yaaa... membuat hal tersebut menjadi pelengkap atas segala perjuangan yang sedang dihadapi.

Teriknya matahari hanyalah sekelibat saja. Tidak terlalu sering. Sampai-sampai sinar matahari menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu karena cucian kagak kering-kering.. hahaha... Sinar mentari itu menjadi suatu hal yang dinanti.

Ketika  saya sampai dirumah yang berlokasi di wilayah Bandung Kulon, tepatnya Margaasih dekat cijerah gitu dechhh, kondisi cuaca tidak lah begitu berbeda, kalo tidak hujan ya mendung. Jadi, jatinangor dan margaasih tidak begitu berbeda yaaaaaa... suasana yang serupaa... :-)

Namun, hari ini,  tepat nya siang ini saya bertolak ke Jatinangor kembali, karena ternyata untuk meyelesaikan "masalah" saya ituu.. medan perjuangan saya lebih tepat di Jatinangor ini. Sedangkan dirumah medan perjuangan yang dihadapi pun berbeda lagi.

okeee... saya pun akhirnya pamit untuk balik ke jatinangor dengan suasana yang cerah namun tidak pula terlalu terik.. yang sedang-sedang sajaaaa... hehe

saya pun menikmati perjalanan ke Jatinangor city. Sampai hampir memasuki jalan Moh.Toha langit pun mulai mendung... waaaaaaahhh alamat mau hujan nih... sampai bis yang saya tumpangi melewati jalan tol, tetesan air pun tidak turun jua.. hmmm... mungkin mendung aja nih...

Tapi pas sampai keluar tol cileunyi, baru lah sinar matahari muncul.. hmmmmmm... syukur lah...
waaaaaaaahhh... alhamdulillah nyampe juga ni di Jatinangor.. pas turun damri........

nyeeeessssssssSSSSSSSSSSZZZZZZ,,,,, Panas Booooooooooo... Beda banget sama pas waktu berangkat...

Ya Salaaaaaammmm... adaptasi yang super kilaaaaaaaatttttttt... heuu.... panas nya ampe ke ubun-ubun...
mana nunggu angkot dateng pula, lumayan spa gratis dengan campuran bebatuan superhalus ( alias debu ) dan asap2 dari semprotan knalpot,,, lengkap sudaaaaaahhh... serasa di gurun pasir. angin yang berhembus pun tidak menyejukkan sama sekali. Angin panas... wuaaaaaaaaaa... >,<

haaaaaaaa... ada angkot buru-buru naik dahhhhh...
hhhhhmmmmmmmmmmmm... nyampe kosan.... adeuuummm beuudddddd,,,

fiuhhhh... Subhanallah hari ini serasa melewati dua dimensi yang berbeda

Margaasih dengan kesejukannya, dan Jatinagor dengan kegersangannya... hadeuhhhh...

dan mulai besok dan beberapa hari kedepan saya akan terbiasa dengan suasana Jatinangor yang akan menemani hari-hari saya disini.

Minggu, 11 November 2012

Pengalaman Dzikrul Maut


“ Deg..deg..deg..deg..” , rasa detak jantung begitu kuat

Deg.deg.deg.deg. “ kenapa ini dengan jantung ku ???

Detak nya kian cepat.  Semakin cepat detaknya,  diri ini semakin panik.

Ada apa ini ??? gak biasanya cepat kayak gini. Gak lagi nervous juga.

Keringat dingin pun mulai ikut melengkapi ketakutan saat itu.

Seketika itu juga pusing menambah kekhawatiran yang ada.  Telapak tangan berubah warna menjadi putih pucat. Pias. Entah dialihkan kemana darah yang biasanya ada disekitar situ.

Ya Allah ada apa ini ??? apa yang akan terjadi ???
Ya Allah..... peristiwa itu muncul ketika pulang dari beraktifitas di luar, di angkot  sedang perjalanan menuju rumah .

Seketika itu, timbul fikiran “ apa ini udah waktu akhir hidup ku ya Allah ?? “

Karena ya itu, gak biasa nya detak jantung ini, berdetak dengan cepat.  Mungkin klo di lihat, detaknya akan menyembul keluar, saking cepatnya.

Tapi otak dan kesadaran diri ini memerintahkan tubuh ini untuk tetap bertahan sadarkan diri.
“ jangan sampe pingsan di jalan, jangan sampe ya Rabb “

Akhirnya dengan keadaan seperti itu, berhasil lah menaiki angkot kedua. Selama di perjalanan, bibir dan hati ini terus menggumamkan namaNya. Ingat akan kekuasaaNya.

Tersadar.....mengapa, hanya ketika sedang dilanda kepanikan saja diri ini mengingatNya.

Ya Rabb,,, baru lah tersadar diri ini begitu sombong nya,, begitu angkuhnya. Menghadirkan diriNya dalam jiwa dan raga ketika kepanikan melanda.

Astaghfirullah... ya Allah. Ini merupakan teguran dariMu. Sentuhan lembut dariMu, begitu menyiksa raga ini. Menyesakkan.

Begitu lama diri ini melupakanMu. Menganggap dosa-dosa kecil yang telah terukir , sepele bagaikan remeh yang hanya tinggal dibersihkan dengan sapu kemudian dibuang ke tong sampah.
Haaaa... begitu mudahnya ...

Tapi , tidak bagi Allah. Dia akan menyentuh hambaNya lewat kasih sayangnya. Menegur nya dengan lembut. Ya, teguran ini lah yang aku rasakan. Dengan keadaan seperti ini. Mengingat kematian.. dzikrul Maut.
Ya Allah betapa diri ini terlena dalam nyata. Yang pada akhirnya semua akan kembali kepadaMu.

Sesampai di komplek rumah, saya mengajak segera ayah saya untuk periksa kedokter. Ketika itu adzan magrib sudah berkumandang beberapa menit yang lalu.
Dengan kelihaian nya dalam menghadapi pasien, dokter itu menangani dengan santai dan tenang. Memang seharusnya begitu, kalau tidak, pasien seperti saya ini akan bertambah panik dan jantung ini mungkin akan segera copot dari tempatnya karena degupannya semakin cepat. Naudzubillahi min dzalik. Hehe :D

Dengan pembawaannya yang tenang, akhirnya dokter itu berhasil menghipnotis saya untuk tenang. Sedikit nyaman. Setelah itu, dokter menanyakan keluhan yang saya rasakan. Lalu saya ceritakan keadaan serupa persis dengan apa yang terjadi tadi. Kemudian, dokter itu memeriksa saya. Dengan bantuan stetoskop, ia mulai mengukur cepat laju detak jantung saya. Dengan menghitung skala permenitnya.
“ cukup cepat ya dek ??? “ sambil tersenyum.

Saya hanya mengangguk, menanti sebuah jawaban dari sang dokter mengenai apa yang saya alami hari ini.
Setelah selesai diperiksa, dokter menjelaskan hipotesisnya.

“ ya,, detak jantung nya memang di atas rata2 skala normal, tapi ada beberapa penyebabnya. Yang pertama karena terlalu letih, yang kedua masalah lambung, yang ketiga stress karena tekanan. Kegiatan hari ini capek banget ya ?? “ jelasnya kepada saya sekaligus mengarahkan pertanyaan.

“ gak begitu sih dok, santai2 ja.”

“ belum makan siang kali ya jangan2” ayah saya ikut menduga.

“ Iya ,, hehe “

“ nah itu salah satu nya dek, jadi mungkin itu salah satu penyebabnya. Terlambat makan atau pola makan yang kurang teratur. Ya saya sarankan adek sesampainya di rumah, minta dibuatkan teh manis hangat. Jangan tegang, karena bisa mempengaruhi detak jantung adek. Relaks kan pikirannya. Untuk sementara makannya yang lembut2 dulu aja ya. Kayak bubur. Trus nanti tidurnya kepalanya sedikit ditinggikan, kurang lebih 30 derajat lah. Nanti akan saya kasih resep. Klo 6 jam dari sekarang masih berdetak cepat belum ada perubahan, saran saya langsung di bawa kerumah sakit aja , ya pak. Tapi kalo adeknya kuat sampai pagi, boleh pas pagi nya.  Saya sarankan adek besok untuk chek EKG ke lab. Di situ akan ketahuan apa ada kelainan dengan jantung adek atau tidak. Usahakan santai dan relaks ya dek. Semoga baik2 ja.” Pesan dokter.

Dokter itu menjelaskan panjang lebar dengan wajah yang santai dan tak lepas dengan senyum nya. Ya lambat laun, ikut melunak juga ketegangan yang sejak tadi berkecamuk. Ikut tenang mendengar penuturan dokter yang memang lihai dalam menghadapi pasien. Huft... sering2 lah saya mengatur nafas untuk menenangkan fikiran. Menghipnotis diri untuk mengatakan bahwa “ ya, gak ada apa2 “

***
Ternyata malam itu juga, jantung saya agak kembali normal, meski terkadang terasa sesekali menyentak linu. Membuat saya terperangah seperti kena setrum.
Esoknya saya ikuti saran dokter untuk chek EKG ke lab. Tinggal menunggu hasil ba’da isya.
Ba’da isya ayah saya melarikan diri ke lab tempat saya periksa itu. Dan  setelah melihat hasilnya. ya ternyata normal2 saja. Alhamdulillah.

Haaaaaaaaaa.... ntah apa yang terjadi dengan saya sore itu, yang jelas dengan keadaan seperti itu, mengingatkan saya tentang kematian.
Ya mengingat kematian itu memang perlu, karena dengannya kita dapat mengendalikan diri untuk tidak berbuat seenak dengkul kita. Agar kita terus mempertimbangkan perbuatan yang akan kita kerjakan, baik dan buruknya. Manfaat atau tidaknya. Berpahala atau berdosa. Dan sebagainya.

Allah berfirman yang artinya :
  
9)  Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari   mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.
10) dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu  sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?"
11) dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

{ QS. Al - Munafiquun ( 63 ) : 9 - 11 }

Dan Rasulullah pun bersabda yang artinya :

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata : “ Rasulullah saw pernah memegang pundakku, lalu berkata : “ jadilah engkau di dunia ini seolah engkau orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata : “ jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu datangnya pagi hari. Jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu datangnya sore hari. Gunakan masa sehatmu sebaik-baiknya sebelum datang masa sakit mu dan gunakan masa hidupmu sebelum kematianmu.”
( HR. Bukhari )

Pengalaman ini lah yang menggugah diri saya untuk lebih berhati2 dalam beramal. Dan semoga Allah senantiasa mencurahkan cahaya dan petunjukNya untuk membimbing hambaNya yang senantiasa meminta bimbingan dariNya. Jangan pernah lupakan doa agar selalu diberi petunjuk dan bimbingan Allah, karena kita berada dalam genggamanNya. Yang suatu saat dengan mudahnya Allah kembalikan kita kedalam kepemilikanNya.   


Remember Allah at moment of easy,  Allah will be there for you at moment difficult





Selasa, 06 November 2012

Ketika Air mata Berbicara



Pernahkan kita merasa lemah karena air mata ?

Pernahkan kita merasa lapang karena air mata ?

Atau pernahkah kita merasa bahagia dan mengeluarkan air mata ?

Yaaa... itu semua pasti sudah kita alami. Bahkan ketika dilahirkan pun, kita menangis. Dan dengan tangisan itu pula lah kedua orang tua kita mengeluarkan air mata kebahagiaan melihat kita lahir dengan sehat. Yaa semua orang pasti sering menangis. Entah apa pun penyebabnya. Karena dengan menangis bukan berarti selalu bersedih, kecewa, marah dan hal2 lain yang menjengkelkan hati dan sanubari.

Bahkan ketika kita meninggalkan dunia ini pun, akan ada air mata yang mengalir karena kedukaan.
Hmmmmmm,,,, apapun itu , air mata mempunyai banyak manfaat bagi kita, terutama bagi psikologis kita.
Banyak orang yang perasaan nya lapang setelah diuji dengan berbagai situasi dan kondisi yang membuat ia akhirnya menangis. Bisa dibilang menangis itu, penawar pertama untuk membuat kita relaks. Setelah itu pikiran kita akan lapang untuk memikirkan solusi apa yang akan dilakukan.

Gak ada salahnya kok menangis. Justru jika luapan perasaan kita tidak disalurkan mungkin akibatnya kita akan stress akut.  ( Hahaaaaa... :-D lebay banget ). Tapi itu serius lho..  hal itu sudah sering saya buktikan .
Dan Rasulullah pun tidak melarang kita untuk menangis dan menangis pun tidak berdosa. Seperti sabda Nabi SAW yang artinya :

“ Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ia berkata : “ Sa’d bin Ubadah radhiyallahu pernah menderita sakit. Lalu Rasulullah saw datang menjenguknya bersama ‘Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin Waqqash, dan ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhum.. ketika mereka masuk, ternyata Sa’d bin Ubadah tengah koma, lalu Nabi bertanya : “ sudah wafatkah dia ?”. keluarganya menjawab : “Belum ya Rasulullah.” Mendengar jawaban itu, Rasulullah saw menangis dan orang banyak pun ikut menangis. Beliau lalu bersabda : “ tidakkah kalian mendengar bahwa Allah tidak akan menyiksa seseorang lantaran tangisan dan kesedihan atasnya, melainkan karena ini – seraya beliau memberi isyarat ke lidahnya ( yakni jika digunakan untuk berbicara yang buruk)- atau juga merahmatinya ( jika digunakan untuk berbicara yang baik)?”
( HR. Bukhari Muslim )

Imam Nawawi berkata : “ meratap jelas haram. Adapun menangis banyak hadits yang melarang dan menjelaskan bahwa mayit itu bisa disiksa lantaran tangisan keluarganya. Oleh karena itu, hadits ini bisa dita’wilkan dan ditarik kesimpulan bahwa menangis yang dilarang adalah menangis yang disertai ratapan, sebab hadist yang menjelaskan tentang bolehnya menangis tanpa ratapan pun banyak.”

( *Sumber : Riyadusshalihin terjemahan. Bab : Haramnya meratap, menampar2 pipi, merobek pakaian, menggundul rambut, dan mengucapkan kata-kata yang tidak baik, lantaran tertimpa musibah)

Tapi menangis pun ada aturannya . kita gak boleh menangis dengan berlebihan, karena Allah pun berfirman yang artinya :

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) mesjid, makan, minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." {Qs. Al – A’raf (7) :31}

Dalam hadits pun Rasulullah melarang kita menangis dengan cara yang berlebihan :

Dari ibnu Mas’ud ra, ia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “ bukan termasuk golongan kami orang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek pakaian, dan mengeluarkan kata-kata jahiliyyah ( saat mendapat musibah )”
(HR. Bukhari Muslim)

Hmmm,,, ada juga manfaat dalam menangis lhooo...
Dikutip dari Beliefnet, ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata. 
1.       Membantu penglihatan 
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur. 
2.       Membunuh bakteri
 Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
3.       Meningkatkan mood 
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata. 
4.       Mengeluarkan racun
 Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata. 
5.       Mengurangi stres
 Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.  Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi. 
6.       Membangun komunitas 
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi. 
7.       Melegakan perasaan
 Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.  Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.  Jadi, tidak apa-apa kalau Anda menangis sesekali.

Sungguh Allah Maha Mengerti, Maha Penguasa Ilmu  dan Maha Kuasa dalam memberi pelajaran dalam hal apapun. Termasuk dalam menangis. Semua pasti ada manfaat yang kita dapat. Sekalipun dalam menangis. Asalkan tidaklah dilakukan secara berlebihan.

So, jika butuh menangis maka menangislah... tetapi jangan larut dengan keadaan. Setelah ketenangan didapat maka mulailah gunakan potensi otak yang luar biasa untuk menyelesaikan persoalan .

SEMANGAT...  klo kata SULE “ Smile You, Don’t Cry ..... hehehe.... :-D

Rabu, 02 Mei 2012

Sakiiiiiitttttnyaaaaaaa ....




Bismillah

Astaghfirullaaaaaaaaaahhhhh......

Sakiiiiiitttt bangettt... >,<

Tersungging banget.... eh,,, tersingguuuuung... huft

Tapi apa yang dia bilang memang bener sih.. huft... malu campur sakit... gimana coba.... ckckck

Pernah gak sih HATI ini serasa dihujam belati ketika ada orang yang berbicara kepada kita dan itu memang benar adanya... masalahnya hanya di perbedaan persepsi  sihh.. tapi tetep aja ketika itu tidak sesuai dengan pandangan kita dan kita membenarkan pendapat dia rasanya sakit banget. Apalagi perkataannya itu suatu bentuk teguran atau penyadaran... masya Allah memang godaan menerima kebenaran itu berat yaaa...tapi tergantung juga sih... hehehe... mungkin ketika itu diri ini sedang sensi... huuuuuuuuu...... ibuuuuuu T.T

Sudah .. sudah... jangan bersedih.. hal itu wajar kok.. malah hal itu membuat kita agar lebih bisa menerima pendapat dan aspirasi dari orang lain terhadap kita. Terlebih hal itu membangun kepribadian kita agar semakin peka dan berhati-hati dalam berkata dan berpendapat dengan menyesuaikan dengan suasana yang sedang dialami. Terkadang besyukur juga diri ini manakala menyadari akan hadirnya orang yang mempunyai sifat yang “ceplas-ceplos” dalam berbicara. Tidak mengutuk-ngutuk di belakang kita. Malah saya sangat senang ada yang mengoreksi diri ini secara to the point.. meskipun menyakitkan. Karena sesuai dengan hadits Rasulullah yang artinya :

-------- Qulil haqqa walau kaana muuraan ---------

“ katakanlah yang haq ( benar) itu walaupun pahit “ ( HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i )

Tapi gak semua orang siiiihhh bisa menerima sikap seperti itu. Banyak mungkin sifat orang yang langsung merasa tersinggung ketika diperingatkan secara langsung seprti itu. Namun ada yang bersikap sebaliknya. Ya namanya banyak manusia di dunia ini, banyak pula karakternya.

Tinggal diri kita saja yang mencoba belajar menerima segala kekurangan orang supaya kita bisa belajar dari kekurangan itu. Agar kita bisa bersikap bijak untuk menanggapinya. Kalau bisa yaaa tidak dituruti..dijadikan pedoman lah buat diri kita ... hehe. Pernah denger gak kata seperti ini ???
 “ orang lain itu bisa menjadi cerminan diri kita, dan diri kita pun bisa menjadi cerminan orang lain”.

Maksudnya, ketika kita melihat kekurangan orang lain, kita bisa berkaca dan mengambil hikmah dari sana. Kita bisa mewanti-wanti mana sikap yang bisa membuat orang jengkel dan tidak suka dengan sikap tersebut. Tugas kita hanya menjauhi sikap tersebut agar orang lain tidak jengkel pula terhadap kita. Pun ketika kita melihat kelebihan orang lain. Jangan langsung berputus asa dan merasa tak mampu. Coba cari rahasia dibaliknya, kalau kenal ya tanyakan kenapa dia bisa seperti itu. Bisa menjadi kebanggaan, banyak memberikan manfaat, dan selalu menyenangkan. Jika sudah dapat, tinggal diamalkan. Orang lain aja bisa, masa kita enggak ^^V

Allah sudah memberikan berbagai potensi dalam diri kita. Tinggal usaha diri kita untuk menggali serta mencari.. hehehe... kayak apa aja... xixixixi XD.

Terkait masalah dalam berkata-kata, ada beberapa hadits yang menganjurkan kita untuk berhati-hati dalam berbicara, dan salah satunya sebagai berikut :

Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda : ” Sungguh adakalanya seseorang mengeluarkan kata-kata yang Allah ridhai, yang tidak ia hiraukan sebelumnya ( apakah baik atau tidak ),sehingga Allah pun lalu meninggikan derajatnya. Sungguh adakalanya seseorang mengeluarkan kata-kata yang Allah murkai, yang tidak ia hiraukan sebelumnya ( apakah baik atau tidak ), sehingga Allah pun lalu memasukkanya ke Neraka Jahannam “.
( HR. Bukhari )

Imam Nawawi berkata : “ Menurut sunnah, seseorang hendaknya menahan diri dari banyak bicara, sebab perkataan yang asalnya mubah sekalipun terkadang bisa menjurus kepada haram atau makruh, dan yang demikian ini banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, sementara keselamatan ( lisan ) merupakan sesuatu yang mahal harganya... ( *sumber Riyadusshalihin ).

Yang terakhir mau pesan, bagi yang memiliki sifat sensitif, yang  tidak biasa dikoreksi secara langsung. Ayo mulai belajar untuk menerima koreksi dari orang lain. Apalagi yang sifatnya membangun, Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan jangan lupa juga untuk memberitahu kepada orang tersebut untuk menyampaikan sesuatu yang baik dengan cara yang baik pula. Sehingga orang lain yang menerima nya pun tidak merasa segan dan merasa diperhatikan karena ada yang mengoreksi dirinya. Malah jadi seneng kali yaaaa... cieeeeee... hehehe.. Kan jadi ladang pahala juga bagi kita, manakala si dia memperbaiki sikap yang sebelumnya... tuh kan dapet point plusss... +++++ ^^V

Allah berfirman :
اُدْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
“ Serulah ( manusia ) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.
( QS. An-Nahl (16) : 125 )

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka. Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, maka ia juga turut berdosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.
( HR. Muslim )

Wallahua’lam bisshawab..

Kesempurnaan hanya milik Allah Sang Penguasa sejagad raya, kedha’ifan dan kealpaan hanya ada pada diri saya selaku manusia ciptaaNya.. ^^V

Akhir kata, saya bersama crew yang bertugas mengucapkan terima kasih atas perhatian Anda. Sampai jumpa di lain kesempatan, dan nantikan hikmah lain yang tak kalah seru...

See you next time...

Salam hangat penuh cinta untuk ukhuwah yang penuh warna ^^V.

Wassalam...



Senin, 23 April 2012

Berbicara sedikit tentang malu >,< "


Maluu?? Apa sih malu ???

Malu, menurut kebanyakan orang mengartikan “makhluk bernama malu” ini  sebagai suatu akibat dari perbuatan,peristiwa atau kejadian yang berdampak kepada psikis kita yang menimbulkan rasa ketidakberhargaan diri , jatuhnya harga diri, atau bahasa mudahnya adalah hilang nya harga diri,, atau semacam nya... pokoknya malu dehhhh...emang iyaaaaa ??? uhmmm  ‘,’a

Apa iya seperti itu,,, berarti malu merupakan sikap yang tidak boleh dimiliki oleh diri kita dong.. tapi apa iya ???

Coba kita hayati dulu dari sumber yang akurat berikut ini ^^  >>>

Rasulullah menjadikan sifat malu bagian dari cabang iman. Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah bersabda, ''iman memiliki 60 atau 70 cabang. Paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illallah', dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dijalan. Dan sifat malu adalah cabang dari keimanan." (HR. Muslim dalam kitab Iman, hadits nomor 51)

Dan ini >>>

Diriwayatkan dari Abdillah ibni Mas'ud  ia berkata, Rasulullah telah bersabda pada suatu hari : "Milikilah rasa malu pada Allah dengan sebenar-benarnya! Kami para Sahabat berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya kami alhamdulillah telah memiliki rasa malu. Rasulullah bersabda: "Bukan sekedar itu akan tetapi barang siapa yang malu dari Allah dengan sesungguhnya hendaknya menjaga kepalanya dan apa yang ada didalamnya, hendaknya ia menjaga apa yang ada diperutnya dan yang ada didalamnya, hendaknya ia mengingat mati dan hari kehancuran. Dan barang siapa menginginkan akhirat ia akan meninggalkan hiasan dunia. Barang siapa yang mengerjakan itu semua berarti ia telah malu kepada Allah dengan sesungguhnya." (Musnad Ahmad)

Sebetulnya masih banyak hadits2 atau ayat al-quran terkait masalah malu. Tapi saya memberi kesempatan kepada anda untuk mencari lebih banyak hal-hal yang berkaitan dengan  malu,,, hehe ^^
Malu mempunyai tempat tersendiri. Ada saat nya kita menempatkan malu pada tempat yang tepat. Dan memang seharusnya kita menempatkan rasa malu ditempat yang sepantasnya, agar malu itu tidak protes ketika kita menempatkannya di tempat yang tidak pantas untuk dia bersemayam disana...

 ( * waaahhh kayak apa aja, bersemayam hihihi ^^)

Tapi serius lho.. masalah malu ini memang sangat dekat dengan kita, dan kadang-kadang kita harus bisa menyikapinya dengan bijak ( deeeuuhh apa pula nih ,, )

( Eeeehh, mulai serius neeehh >,< ).

Eheeemmm,,, begini kawan,, ketika kita melakukan suatu tindakan berupa hal positif dan hal tersebut menunjang kebaikan untuk diri kita, untuk apa kita malu. Jika kita tidak melakukan hal yang memalukan untuk apa kita malu. Apalagi melakukan suatu perbuatan yang baik buat kita, lebih-lebih untuk orang lain. Untuk apa malu.

Allah memang menganugerahkan kita sifat malu agar kita dapat membatasi pergaulan kita, sikap kita de el el nya dech... hehe.
Terkadang saya pun sering sekali menempatkan rasa malu tidak sesuai pada tempatnya. Dan akibatnya itu sungguh betul2 merugikan gue bangeeeuuuuddd... >,<”.

Jadi, bagi yang pemalu bangeddd seperti saya ini , ups... . cobalah mulai sekarang memberanikan diri untuk melakukan hal yang positif untuk diri sendiri, terlebih yang berdampak baik pula untuk orang lain. Karena sebaik baik muslim adalah yang bermanfaat bagi saudaranya. Tapi jangan mau dimanfaatin yaa... hehe ^^V.
Berbicara tentang wanita, ada yang bilang kalau “ muslimah cantik, menjadikan rasa malu sebagai mahkotanya” => sms s’orang sahabat ^^V.

Namun, merenungi kalimat tersebut memang benar adanya. Muslimah /wanita yang menjaga rasa malunya ( malu u/ hal2 tertentu ) akan terlihat lebih cantik, lebih anggun. Iya gitu ??? coba aja liat. Beda deh, muslimah/wanita yang menjaga diri dengan rasa malunya dengan muslimah/wanita yang “selebor/betingkah seenaknya”. Lebih adem liat yang mana coba  ????

Ahhhh.. gak usah ditanya dech. Secuek2 nya orang , dalam dirinya masih terselip untuk melihat sesuatu yang dipandang baik, dan memang baik. Meski pada akhirnya sok’ cuek. Tapi dalam hati, yakin deh membenarkan ,,, hehe ^.^a

Yaaaaaaaahhh. Asal jangan malu2in aja dah yaaakkk...

Sayang nya sekarang itu, makin banyak aja yaaa,, para wanita yang udah gak peduli lagi sama harga dirinya, dan menanggalkan rasa malu itu dari dirinya, sementara Allah telah menganugerahkan rasa malu kepada wanita sebagai mahkota kemuliaanya.. ckckc...
*geleng2.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi).

 Yaaahhh sudah selaiknya kita ( yg merasa wanita ) menjaga kehormatan diri dengan perisai malu. Dengan begitu kita mulia bukan dari pandangan manusia saja, tapi mulia dihadapan Allah SWT lebih utama ^,^V.

Entri Populer

Total Tayangan Halaman