Ingatlah, Al-Imam As-Syafi'i berkata dalam kitabnya, Al-Umm :
" Ilmu bagaikan hewan buruan, mencatat ilmu sama dengan mengikatnya "

Abu Hanifah Muh.Faisal Al-Bantani Al-Atsary
Tampilkan postingan dengan label Nikmatnya menuntut Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nikmatnya menuntut Ilmu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2012

Ketika Air mata Berbicara



Pernahkan kita merasa lemah karena air mata ?

Pernahkan kita merasa lapang karena air mata ?

Atau pernahkah kita merasa bahagia dan mengeluarkan air mata ?

Yaaa... itu semua pasti sudah kita alami. Bahkan ketika dilahirkan pun, kita menangis. Dan dengan tangisan itu pula lah kedua orang tua kita mengeluarkan air mata kebahagiaan melihat kita lahir dengan sehat. Yaa semua orang pasti sering menangis. Entah apa pun penyebabnya. Karena dengan menangis bukan berarti selalu bersedih, kecewa, marah dan hal2 lain yang menjengkelkan hati dan sanubari.

Bahkan ketika kita meninggalkan dunia ini pun, akan ada air mata yang mengalir karena kedukaan.
Hmmmmmm,,,, apapun itu , air mata mempunyai banyak manfaat bagi kita, terutama bagi psikologis kita.
Banyak orang yang perasaan nya lapang setelah diuji dengan berbagai situasi dan kondisi yang membuat ia akhirnya menangis. Bisa dibilang menangis itu, penawar pertama untuk membuat kita relaks. Setelah itu pikiran kita akan lapang untuk memikirkan solusi apa yang akan dilakukan.

Gak ada salahnya kok menangis. Justru jika luapan perasaan kita tidak disalurkan mungkin akibatnya kita akan stress akut.  ( Hahaaaaa... :-D lebay banget ). Tapi itu serius lho..  hal itu sudah sering saya buktikan .
Dan Rasulullah pun tidak melarang kita untuk menangis dan menangis pun tidak berdosa. Seperti sabda Nabi SAW yang artinya :

“ Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. Ia berkata : “ Sa’d bin Ubadah radhiyallahu pernah menderita sakit. Lalu Rasulullah saw datang menjenguknya bersama ‘Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin Waqqash, dan ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhum.. ketika mereka masuk, ternyata Sa’d bin Ubadah tengah koma, lalu Nabi bertanya : “ sudah wafatkah dia ?”. keluarganya menjawab : “Belum ya Rasulullah.” Mendengar jawaban itu, Rasulullah saw menangis dan orang banyak pun ikut menangis. Beliau lalu bersabda : “ tidakkah kalian mendengar bahwa Allah tidak akan menyiksa seseorang lantaran tangisan dan kesedihan atasnya, melainkan karena ini – seraya beliau memberi isyarat ke lidahnya ( yakni jika digunakan untuk berbicara yang buruk)- atau juga merahmatinya ( jika digunakan untuk berbicara yang baik)?”
( HR. Bukhari Muslim )

Imam Nawawi berkata : “ meratap jelas haram. Adapun menangis banyak hadits yang melarang dan menjelaskan bahwa mayit itu bisa disiksa lantaran tangisan keluarganya. Oleh karena itu, hadits ini bisa dita’wilkan dan ditarik kesimpulan bahwa menangis yang dilarang adalah menangis yang disertai ratapan, sebab hadist yang menjelaskan tentang bolehnya menangis tanpa ratapan pun banyak.”

( *Sumber : Riyadusshalihin terjemahan. Bab : Haramnya meratap, menampar2 pipi, merobek pakaian, menggundul rambut, dan mengucapkan kata-kata yang tidak baik, lantaran tertimpa musibah)

Tapi menangis pun ada aturannya . kita gak boleh menangis dengan berlebihan, karena Allah pun berfirman yang artinya :

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) mesjid, makan, minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." {Qs. Al – A’raf (7) :31}

Dalam hadits pun Rasulullah melarang kita menangis dengan cara yang berlebihan :

Dari ibnu Mas’ud ra, ia berkata : “Rasulullah saw bersabda : “ bukan termasuk golongan kami orang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek pakaian, dan mengeluarkan kata-kata jahiliyyah ( saat mendapat musibah )”
(HR. Bukhari Muslim)

Hmmm,,, ada juga manfaat dalam menangis lhooo...
Dikutip dari Beliefnet, ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata. 
1.       Membantu penglihatan 
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur. 
2.       Membunuh bakteri
 Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
3.       Meningkatkan mood 
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata. 
4.       Mengeluarkan racun
 Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata. 
5.       Mengurangi stres
 Bagaimana menangis bisa mengurangi stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.  Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi. 
6.       Membangun komunitas 
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi. 
7.       Melegakan perasaan
 Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.  Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak.  Jadi, tidak apa-apa kalau Anda menangis sesekali.

Sungguh Allah Maha Mengerti, Maha Penguasa Ilmu  dan Maha Kuasa dalam memberi pelajaran dalam hal apapun. Termasuk dalam menangis. Semua pasti ada manfaat yang kita dapat. Sekalipun dalam menangis. Asalkan tidaklah dilakukan secara berlebihan.

So, jika butuh menangis maka menangislah... tetapi jangan larut dengan keadaan. Setelah ketenangan didapat maka mulailah gunakan potensi otak yang luar biasa untuk menyelesaikan persoalan .

SEMANGAT...  klo kata SULE “ Smile You, Don’t Cry ..... hehehe.... :-D

Rabu, 31 Oktober 2012

Respon yang Cepat


Untuk  sebuah kata “lambat” seringkali membuat kesal, karena sesuatu yang kita butuhkan seringkali pula kita hendaki cepat  tertunaikan. Namun kendala keterlambatan itu tidak bisa kita pungkiri adanya. Dan seringkali pula faktornya dari diri kita sendiri.  Management yang kurang tepat atau ketidak fokusan kita dalam mebereskan suatu urusan menjadi kendala dalam merespon sesuatu dengan cepat. Dan alhasil membuat kita jenuh, malas untuk meneruskan hal yang belum beres, dan hal-hal lain yang membuat kita tidak maksimal dalam beraktifitas. Untuk itu , coba kita hayati ayat-ayat cinta dari Yang Maha Cinta yang artinya :
    
“ Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu “. ( QS. Adz-Dzariyyat : 50 )

Dalam bahasa arab , respon yang cepat disebut : “Sur’atul Istijabah”.

 Dalam keadaan apapun, kita mesti memiliki sikap yang dapat cepat untuk kembali kepada kondisi yang mengantarkan kita dekat dengan Allah. Karena semua urusan hanya Allah lah yang berkuasa atasnya. Sekeras apapun kita berusaha jika Allah menghendaki kita dalam bersusah payah untuk menghadapinya, maka terjadilah. Namun dibalik semua itu, terdapat pelajaran yang sangat berharga. Mungkin saja Allah menguji kita dan menghendaki kita untuk tetap besabar dan tidak membanggakan diri atas keberhasilan suatu urusan, karena yang berkuasa hanyalah Dia. Maka dari itulah Allah berkehendak agar kita tidak terlena dan selalu mengingatnya dalam kondisi apapun. Seseorang yang memiliki kebiasaan merespon dengan cepat, sifatnya dinamakan “ruhul istijaba” .  Dalam artian, ia mempunyai ruh/jiwa yang senantiasa merespon sesuatu dengan segera.

Nah, adapun karakter Ruhul Istijabah :
  1. Dia akan merespon sesuatu degan cepat dan bersegera . Tidak akan menunda-nunda pekerjaan.
  2. Tidak menunda kebaikan. Tidak perlu berfikir lama untuk beramal baik.
  3. Amal disertai ihsan. Beramal dengan maksimal. Kemudian menghasilkan amal yang baik pula, seperti : shalat yang khusyuk, tilawah yang tartil,dll. 
Datangnya Ruhul istijabah didapat dari :
  1. Buah dari keimanan. Jika kita memiliki keimanan yang kuat, maka secara otomatis kita akan bersegera atas sesuatu, apalagi yang sifatnya amanah. Tentu akan sangat mengusik hati dan fikiran apabila amanah tidak disegerakan untuk ditunaikan.
  2. Lahir dari hati yang tidak lalai
  3. Hati yang selalu terpelihara oleh Allah.
Aspek Sur’atul Istijabah
  1. Istijabah Fiqriyah
Bersegera dengan akal fikiran. Berkontribusi dalam hal pemikiran, baik ide,konsep atau sekedar masukan .

  1. Istijabah Nafsiyah
Bersegera dalam diri. Maksudnya, menghadirkan diri untuk berkontribusi dalam acara keislaman terutama gerakan dakwah. Jika diri merasa tidak mampu atau tidak sempat untuk menyumbangkan masukan atau hal2 yg berhubungan dengan fikiran, menghadirkan diri dalam acaranya pun sudah cukup.

  1. Istijabah Maaliyah
Bersegera dengan harta

  1. Istijabah Harakiyah
Bersegera dengan amal/bergerak

Agar kita memiliki ruhul istijabah dalam diri kita, maka sering2 lah untuk mengEVALUASI DIRI ( muhasabah ) dan meMOTIVASI DIRI.


Jumat, 27 April 2012

Fenomena Kefuturan



Kehidupan ini ada saja godaanya. Ketika kita sedang berada dipuncak keimanan, tentu hal tersebut tidak selalu tetap pada posisinya.  Kadang kondisi keimanan kita berada di puncak, kadang tersungkur kebawah dikarenakan berbagai hal . Tapi dengan kondisi seperti itu sikap cuek harus benar2 dihindari. Memperbaiki keadaan dan berusaha istiqamah dijalurnya. Meski kadang terseok karena banyak sekali kerikil2 atau batu besar yang menghabat perjalanan. Kadang dibuat nya terluka sehingga perlu diobati. Sama hal nya dengan kehidupan ini yang seringkali dikunjungi berbagai problem yang sering kali pula menurunkan kadar keimanan serta ketaqwaan kita kepada Alla Azza wa Jalla. Obatnya hanya satu, yaitu Iman dan Taqwa. ^^

Yang akan dibahas kali ini adalah fenomena kefuturan yang sering kali menghampiri kehidupan ini. Sebelumnya kita akan kupas dulu , apa sih makna dari futur itu. Futur itu berasal dari bahasa arab yaitu فَتَرَ
– يَفْتُرُ - فُتُوْرًا yang artinya lemah sesudah kuat.  Lemah ketika iman kita sudah berada dipuncak. Pernah kah merasakan ketika tak semangat untuk beribadah, berdakwah, menuntut ilmu ??? saya yakin hal itu sering dialami oleh semua orang. Tapi bukan berarti kefuturan ini tidak bisa diatasi. Dengan mengenali penyebab-penyebabnya, Insya Allah kita bisa memahami dan belajar bagaimana mengatasi kefuturan tersebut.
Untuk itu, saya mencoba menguraikan beberapa fenomena kefuturan yang terdeksi, agar kita dapat menangkis kefuturan yg coba menghampiri hidup kita.

1.       Terjerumus dalam kemaksiatan
Hal yang pertama ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Sering kali kita melakukan kemaksiatan baik yang disadari maupun tidak. Jika tidak pandai kita untuk menjauhkan diri dari kemaksiatan itu sendiri, maka kita akan menjadi orang yang sangat merugi.

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكَّهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّهَا (10) ۞   ۞
“ Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori nya”  ( QS. Asy-Syams (91) : 9-10 )

2.       Tidak tekun dan bermalas-malasan
Ketika kita tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat maka kita akan cendrung untuk bermalas-malasan . Hal itu akan merembet  kepada aktifitas lainnya  yang terpancing untuk tidak segera ditunaikan .

3.       Memudarnya tali ukhuwah
Ketika diri merasa sering memiliki konflik dengan orang lain dan berhasil merenggangkan ukhuwah diantara keduanya, maka hal ini termasuk penyebab datang nya futur.

4.       Terputusnya tali persaudaraan
Putusnya tali persaudaraan maka akan terputus pula dari rahmat Allah.

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda : “ Sesungguhnya ketika Allah telah selesai menciptakan alam semesta ini, rahim berkata : “disinikah ( dalam perlindungan Allah) kedudukan orang yang berlindung kepada-Mu dari memutuskan rahim ? ‘ Allah berfirman : ‘ Betul. Tidakkah engkau rela jika Aku menyambung (rahmat Ku kepada ) orang yang menyambungmu dan memutuskan (rahmat-Ku) dari orang yang memutuskanmu ?’. Rahim menjawab: “Rela”. Allah berfirman :”Itulah bagianmu”.

Dan dari surat Muhammad:22-23, yang artinya :
 “ (23) Maka apakah kiranya jika kalian berkuasa, maka kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan rahim (hubungan kekeluargaan) kalian ?  Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka . “

5.       Terpaut dalam urusan duniawi dan mencintainya
۞ كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَ (20)  وَتَذَرُوْنَ الْاَخِرَةَ (21) ۞
“(20)Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu ( hai manusia ) mencintai kehidupan dunia. (21) Dan meninggalkan kehidupan akhirat.”

Jangan sampai urusan duniawi lebih diutamakan dibanding dengan urusan akhirat. Pintar2 lah memanage kedua urusan tersebut, karena akhirat dan duniawi haruslah seiring sejalan.

6.       Mengeluh dan takut akan musibah
Dengan mengeluh , akan menimbulkan sikap yang pesimis . Tidak yakin untuk berbuat sesuatu. Dan takut akan musibah akan menghambat potensi-potensi yang seharusnya ada. Menjadi penghalang untuk melangkah dan berharap.

Dalam surat Al-Ma’arij ayat 19-21 Allah berfirman yang artinya :
“ (19) Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (20) Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah, (21) dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir.”

7.       Mencela ma’ruf dan tidak memperhatikan hal-hal yang kecil
Ketika nafsu telah merajai diri, maka kebaikan-kebaikan pun diremehkan.  Merasa diri sudah yang paling benar. Merasa diri besar. Segan untuk mengambil hikmah diantara kejadian-kejadian sepele namun mengandung hikmah .  

8.       Banyak berdebat dan bertikai
Tidak jauh berbeda dari point 7 tadi. Dengan banyak berdebat hati ini cendrung akan mengeras dan menimbulkan sikap arogan dan egois. Merasa diri paling benar dan ingin diikuti. Jarang bisa menghargai pendapat orang lain.

Dalam surat An-Nahl (16) ayat 125-126, Allah berfirman yang artinya :
“ (125) Serulah (mereka) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
(126) dan jika kamu memberi balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi, jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.

Selanjutkan , mari kita kenali penyebab-penyebab dari kefuturan itu

>>>> 

1.       Jauh dari suasana dan lingkungan iman dalam waktu yang lama
Allah berfirman :

“ Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik. “
( QS. Al-Hadid : 16 )

2.       Jauh dari pelajaran dan teladan yang baik
3.       Jauh dari menuntut ilmu syari’at yang dapat memantapkan iman dalam hati
4.       Berada dalam lingkungan yang penuh dengan maksiat
5.       Tenggelam dalam kesibukan dunia
6.       Sibuk mengurus harta benda, istri dan anak

Allah swt berfirman :
“ Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar.”
( QS. Al-Anfal : 28 )

“ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik ( syurga ).”
(QS. Al-Imran : 14 )

7.       Sering berangan-angan

Allah swt berfirman :
“ Tentulah mereka berkata, ‘sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir ‘.
( QS. Al-Hijr ( 15) : 15 )

Nah itulah materi kita kali ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan pemaparan ini sedikit membantu untuk mengatasi  kefuturan iman dalam diri.
So,,,update terus keimanan dalam diri dengan terus meningkatkan amal yaumi ( amal harian ) dalam beribadah da banyak melakukan hal2 yang manfaat, so pasti dijamin keimanan mu akan terus ter update. ^_*

Status FB aja sering di update, keimanan juga dong wajib di update setiap harinya.. okee ^^V…

Semangat \(^o^)/

* buah hasil dari ngaji  ^^V

Kamis, 26 April 2012

Meneladani Sosok Mujahidah Asma bint Yazid






Beliau seorang muslimah dari kalangan Anshar dan yang dikenal kaum muslimin sebagai wanita ahli hadits, orator ulung dan wanita mujahadah. Dengan keberaniannya untuk menyampaikan kebenaran maka beliau diberi gelar “orator muslimah”.

Beliau dikenal karena kehalusan perasaan dan budi bahasanya. Masuk Islam ketika masih remaja. Pada masa itu usia remaja sudah dianggap baligh, mukallaf dan sudah matang untuk menjalani kehidupan. Berbeda dengan keadaan zaman sekarang yang pada usia tersebut, belum bisa mandiri dan pandai mengambi hikmah dan pelajaran kehidupan. Namun Asma bint Yazid pada usianya yg masih remaja sudah bisa diandalkan dalam hal apapun. Usia remaja dimasa dahulu setara dengan usia dewasa dimasa sekarang. Betapa di zaman sekarang ini banyak faktor-faktor yang memundurkan potensi besar yang dimiliki dalam diri seorang remaja salah satunya melalui pendidikan di keluarga serta lingkungan yang tidak mendukung.

Beliau adalah sosok remaja yang tidak malu mengungkapkannpendapatnya selama menurutnya benar. Kritis dalam bertanya selama tidak melanggar syari’at. Berani dalam menolak kebathilan.
Pada tahun pertama hijriah, ketika Rasulullah melakukan bai’at terutama bai’at kepada kaum wanita, beliau pun ikut berbai’at. Keinginan nya untuk berbai’at muncul dari dalam dirinya sendiri tanpa ada tuntutan dari siapapun. Padahal ketika itu usianya masih remaja.

Dalam beberapa kitab shirah, ketika akan berbai’at Asma mengenakan gelang emas yang besar. Kemudian Rasulullah menyuruh melepaskan gelang tersebut. Tanpa bertanya alasannya, Asma pun langsung melatakkan gelang tersebut dihadapan Rasulullah. Hal ini bukan berarti Rasul melarang wanita mengenakan perhiasan dan bukan pula mengharamkannya. Hanya saja Rasulullah sedang menguji kaum muslimin untuk bersedekah, berkorban dengan harta untuk agama. Dan khawatir perhiasan itu mungundang menuju api neraka karena kecintaan kepada dunia dan perhiasannya.

Beliau termasuk ahli hadits, dan sangat tekun menyimah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah. Beliau tidak malu untuk bertanya sampai paham dengan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah.
Dengan sikap berani dan kritisnya, beliau pernah diutus oleh kaum wanita Anshar untuk protes menghadap kepada Rasulullah dalam menyampaikan aspirasi para wanita Anshar. Beliau menanyakan tentang kesetaraan amalan kaum laki-laki dengan kaum wanita. Yang mana kaum wanita gerak nya dalam berjuang dan membela Islam sangatlah terbatas dibandingkan amalan kaum laki-laki. Seperti jihad dalam berperang dan amalan2 lain yang tidak diwajibkan kepada kaum perempuan. Asma menanyakan tentang kaum wanita agar bisa menyamai pahala yang didapat oleh kaum lelaki disamping batas ruang gerak wanita dalam berjihad dan menjalankan perintah Allah dan Rasulnya.

Kemudian Rasul menanyakan pertanyaan retoris ( pertanyaan yang seharusnya tidak mesti dijawab ) kepada para shahabat, : “ Adakah pertanyaan yang lebih baik yang pernah kalian dengar dari wanita lain selain dirinya ?”.
Artinya pertanyaan yang diajukan oleh Asma adalah pertanyaan yang bagus dan cerdas. Kemudian Rasul menyuruh kepada Asma kembali untuk menyampaikan kepada kaum wanita, bahwa amalan dan ketaatan kepada suami , malayani dan selalu membuat suami gembira bisa menyamai pahala yang di dapat kaum lelaki.

Setelah para wanita Anshar tersebut mendengar jawaban dari Rasulullah yang disampaikan oleh Asma, sontak kaum wanita tersebut bertakbir mengamini kabar baik tersebut ^^.
Beliau pun termasuk muslimah yang turut berperang pada perang Yarmuk pada masa kekakhalifahan Umar bin Khattab dan berhasil menjatuhkan 9 orang tentara Romawi. Dengan senjata sebuah besi penyangga tenda.  Yang pada waktu itu kaum wanita hanya mengurusi masalah logistik, makanan dan obat-obatan. Walaupun beliau mendapati tubuhnya penuh dengan luka-luka, namun beliau selamat dalam perang tersebut.

Inilah kisah singkat teladan seorang shahabiyah cerdas, pemberani di zaman Rasulullah. Mari mengambil hikmah dari kisah Asma bahwa wanita harus senantiasa selalu bersemangat untuk mendapatkan ilmu dan merealisasikan ilmu yang didapat serta menjalankan suatu amalan dengan jalan yang benar. Tidak takut dan malu untuk menyampaikan sesuatu yang haq dan tidak segan untuk menolak kebathilan meskipun kebthilan itu datang dari orang yang dekat dengan kita, terlebih yang kita sayangi.
Semoga Allah meridhai hidup kita dengan selalu diberi kekuatan, keistiqamahan dan kesabaran untuk menjalani kehidupan dengan mencontoh teladan para Shahabiyah.  ^^V

Sumber Inspirasi : Kajian Muslimah Sore
Sirah Shahabiyyah_MQ Fm 102,70 Fm

Baitii Jannati ^^

Entri Populer

Total Tayangan Halaman