Ingatlah, Al-Imam As-Syafi'i berkata dalam kitabnya, Al-Umm :
" Ilmu bagaikan hewan buruan, mencatat ilmu sama dengan mengikatnya "

Abu Hanifah Muh.Faisal Al-Bantani Al-Atsary

Kamis, 26 April 2012

Hati..Hati..Hati..Hati..


Hati - hati  dengan hati
yang mudah terkotori

Hati - hati dengan hati
yang bisa terdzalimi

Hati - hati dengan hati
yang inginnya di temani

Hati - hati dengan hati
yang kadang-kadang dirasa sepi

Hati - hati dengan hati
Jangan coba dibawa lari

Awas, hati - hati dengan hati
Bisa-bisa jatuh hati

Jika hati sudah tersakiti
siapa yang akan mengobati
jika bukan diri sendiri yang menghibur diri

Jangan sampai galau karena hati
kita saja yang harus pintar jaga diri

Kecuali jika pasrah kepada Illahi Rabbi
Semua akan tuntas teratasi
tanpa perlu menyakiti diri

Shahibatii..
Serahkan lah semua urusan hati
Hanya kepada Sang Pemilik Hati

^^V

Meneladani Sosok Mujahidah Asma bint Yazid






Beliau seorang muslimah dari kalangan Anshar dan yang dikenal kaum muslimin sebagai wanita ahli hadits, orator ulung dan wanita mujahadah. Dengan keberaniannya untuk menyampaikan kebenaran maka beliau diberi gelar “orator muslimah”.

Beliau dikenal karena kehalusan perasaan dan budi bahasanya. Masuk Islam ketika masih remaja. Pada masa itu usia remaja sudah dianggap baligh, mukallaf dan sudah matang untuk menjalani kehidupan. Berbeda dengan keadaan zaman sekarang yang pada usia tersebut, belum bisa mandiri dan pandai mengambi hikmah dan pelajaran kehidupan. Namun Asma bint Yazid pada usianya yg masih remaja sudah bisa diandalkan dalam hal apapun. Usia remaja dimasa dahulu setara dengan usia dewasa dimasa sekarang. Betapa di zaman sekarang ini banyak faktor-faktor yang memundurkan potensi besar yang dimiliki dalam diri seorang remaja salah satunya melalui pendidikan di keluarga serta lingkungan yang tidak mendukung.

Beliau adalah sosok remaja yang tidak malu mengungkapkannpendapatnya selama menurutnya benar. Kritis dalam bertanya selama tidak melanggar syari’at. Berani dalam menolak kebathilan.
Pada tahun pertama hijriah, ketika Rasulullah melakukan bai’at terutama bai’at kepada kaum wanita, beliau pun ikut berbai’at. Keinginan nya untuk berbai’at muncul dari dalam dirinya sendiri tanpa ada tuntutan dari siapapun. Padahal ketika itu usianya masih remaja.

Dalam beberapa kitab shirah, ketika akan berbai’at Asma mengenakan gelang emas yang besar. Kemudian Rasulullah menyuruh melepaskan gelang tersebut. Tanpa bertanya alasannya, Asma pun langsung melatakkan gelang tersebut dihadapan Rasulullah. Hal ini bukan berarti Rasul melarang wanita mengenakan perhiasan dan bukan pula mengharamkannya. Hanya saja Rasulullah sedang menguji kaum muslimin untuk bersedekah, berkorban dengan harta untuk agama. Dan khawatir perhiasan itu mungundang menuju api neraka karena kecintaan kepada dunia dan perhiasannya.

Beliau termasuk ahli hadits, dan sangat tekun menyimah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah. Beliau tidak malu untuk bertanya sampai paham dengan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah.
Dengan sikap berani dan kritisnya, beliau pernah diutus oleh kaum wanita Anshar untuk protes menghadap kepada Rasulullah dalam menyampaikan aspirasi para wanita Anshar. Beliau menanyakan tentang kesetaraan amalan kaum laki-laki dengan kaum wanita. Yang mana kaum wanita gerak nya dalam berjuang dan membela Islam sangatlah terbatas dibandingkan amalan kaum laki-laki. Seperti jihad dalam berperang dan amalan2 lain yang tidak diwajibkan kepada kaum perempuan. Asma menanyakan tentang kaum wanita agar bisa menyamai pahala yang didapat oleh kaum lelaki disamping batas ruang gerak wanita dalam berjihad dan menjalankan perintah Allah dan Rasulnya.

Kemudian Rasul menanyakan pertanyaan retoris ( pertanyaan yang seharusnya tidak mesti dijawab ) kepada para shahabat, : “ Adakah pertanyaan yang lebih baik yang pernah kalian dengar dari wanita lain selain dirinya ?”.
Artinya pertanyaan yang diajukan oleh Asma adalah pertanyaan yang bagus dan cerdas. Kemudian Rasul menyuruh kepada Asma kembali untuk menyampaikan kepada kaum wanita, bahwa amalan dan ketaatan kepada suami , malayani dan selalu membuat suami gembira bisa menyamai pahala yang di dapat kaum lelaki.

Setelah para wanita Anshar tersebut mendengar jawaban dari Rasulullah yang disampaikan oleh Asma, sontak kaum wanita tersebut bertakbir mengamini kabar baik tersebut ^^.
Beliau pun termasuk muslimah yang turut berperang pada perang Yarmuk pada masa kekakhalifahan Umar bin Khattab dan berhasil menjatuhkan 9 orang tentara Romawi. Dengan senjata sebuah besi penyangga tenda.  Yang pada waktu itu kaum wanita hanya mengurusi masalah logistik, makanan dan obat-obatan. Walaupun beliau mendapati tubuhnya penuh dengan luka-luka, namun beliau selamat dalam perang tersebut.

Inilah kisah singkat teladan seorang shahabiyah cerdas, pemberani di zaman Rasulullah. Mari mengambil hikmah dari kisah Asma bahwa wanita harus senantiasa selalu bersemangat untuk mendapatkan ilmu dan merealisasikan ilmu yang didapat serta menjalankan suatu amalan dengan jalan yang benar. Tidak takut dan malu untuk menyampaikan sesuatu yang haq dan tidak segan untuk menolak kebathilan meskipun kebthilan itu datang dari orang yang dekat dengan kita, terlebih yang kita sayangi.
Semoga Allah meridhai hidup kita dengan selalu diberi kekuatan, keistiqamahan dan kesabaran untuk menjalani kehidupan dengan mencontoh teladan para Shahabiyah.  ^^V

Sumber Inspirasi : Kajian Muslimah Sore
Sirah Shahabiyyah_MQ Fm 102,70 Fm

Baitii Jannati ^^

Senin, 23 April 2012

Berbicara sedikit tentang malu >,< "


Maluu?? Apa sih malu ???

Malu, menurut kebanyakan orang mengartikan “makhluk bernama malu” ini  sebagai suatu akibat dari perbuatan,peristiwa atau kejadian yang berdampak kepada psikis kita yang menimbulkan rasa ketidakberhargaan diri , jatuhnya harga diri, atau bahasa mudahnya adalah hilang nya harga diri,, atau semacam nya... pokoknya malu dehhhh...emang iyaaaaa ??? uhmmm  ‘,’a

Apa iya seperti itu,,, berarti malu merupakan sikap yang tidak boleh dimiliki oleh diri kita dong.. tapi apa iya ???

Coba kita hayati dulu dari sumber yang akurat berikut ini ^^  >>>

Rasulullah menjadikan sifat malu bagian dari cabang iman. Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah bersabda, ''iman memiliki 60 atau 70 cabang. Paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illallah', dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dijalan. Dan sifat malu adalah cabang dari keimanan." (HR. Muslim dalam kitab Iman, hadits nomor 51)

Dan ini >>>

Diriwayatkan dari Abdillah ibni Mas'ud  ia berkata, Rasulullah telah bersabda pada suatu hari : "Milikilah rasa malu pada Allah dengan sebenar-benarnya! Kami para Sahabat berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya kami alhamdulillah telah memiliki rasa malu. Rasulullah bersabda: "Bukan sekedar itu akan tetapi barang siapa yang malu dari Allah dengan sesungguhnya hendaknya menjaga kepalanya dan apa yang ada didalamnya, hendaknya ia menjaga apa yang ada diperutnya dan yang ada didalamnya, hendaknya ia mengingat mati dan hari kehancuran. Dan barang siapa menginginkan akhirat ia akan meninggalkan hiasan dunia. Barang siapa yang mengerjakan itu semua berarti ia telah malu kepada Allah dengan sesungguhnya." (Musnad Ahmad)

Sebetulnya masih banyak hadits2 atau ayat al-quran terkait masalah malu. Tapi saya memberi kesempatan kepada anda untuk mencari lebih banyak hal-hal yang berkaitan dengan  malu,,, hehe ^^
Malu mempunyai tempat tersendiri. Ada saat nya kita menempatkan malu pada tempat yang tepat. Dan memang seharusnya kita menempatkan rasa malu ditempat yang sepantasnya, agar malu itu tidak protes ketika kita menempatkannya di tempat yang tidak pantas untuk dia bersemayam disana...

 ( * waaahhh kayak apa aja, bersemayam hihihi ^^)

Tapi serius lho.. masalah malu ini memang sangat dekat dengan kita, dan kadang-kadang kita harus bisa menyikapinya dengan bijak ( deeeuuhh apa pula nih ,, )

( Eeeehh, mulai serius neeehh >,< ).

Eheeemmm,,, begini kawan,, ketika kita melakukan suatu tindakan berupa hal positif dan hal tersebut menunjang kebaikan untuk diri kita, untuk apa kita malu. Jika kita tidak melakukan hal yang memalukan untuk apa kita malu. Apalagi melakukan suatu perbuatan yang baik buat kita, lebih-lebih untuk orang lain. Untuk apa malu.

Allah memang menganugerahkan kita sifat malu agar kita dapat membatasi pergaulan kita, sikap kita de el el nya dech... hehe.
Terkadang saya pun sering sekali menempatkan rasa malu tidak sesuai pada tempatnya. Dan akibatnya itu sungguh betul2 merugikan gue bangeeeuuuuddd... >,<”.

Jadi, bagi yang pemalu bangeddd seperti saya ini , ups... . cobalah mulai sekarang memberanikan diri untuk melakukan hal yang positif untuk diri sendiri, terlebih yang berdampak baik pula untuk orang lain. Karena sebaik baik muslim adalah yang bermanfaat bagi saudaranya. Tapi jangan mau dimanfaatin yaa... hehe ^^V.
Berbicara tentang wanita, ada yang bilang kalau “ muslimah cantik, menjadikan rasa malu sebagai mahkotanya” => sms s’orang sahabat ^^V.

Namun, merenungi kalimat tersebut memang benar adanya. Muslimah /wanita yang menjaga rasa malunya ( malu u/ hal2 tertentu ) akan terlihat lebih cantik, lebih anggun. Iya gitu ??? coba aja liat. Beda deh, muslimah/wanita yang menjaga diri dengan rasa malunya dengan muslimah/wanita yang “selebor/betingkah seenaknya”. Lebih adem liat yang mana coba  ????

Ahhhh.. gak usah ditanya dech. Secuek2 nya orang , dalam dirinya masih terselip untuk melihat sesuatu yang dipandang baik, dan memang baik. Meski pada akhirnya sok’ cuek. Tapi dalam hati, yakin deh membenarkan ,,, hehe ^.^a

Yaaaaaaaahhh. Asal jangan malu2in aja dah yaaakkk...

Sayang nya sekarang itu, makin banyak aja yaaa,, para wanita yang udah gak peduli lagi sama harga dirinya, dan menanggalkan rasa malu itu dari dirinya, sementara Allah telah menganugerahkan rasa malu kepada wanita sebagai mahkota kemuliaanya.. ckckc...
*geleng2.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء
“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر
“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”(HR. Al Hakim dalam Mustadroknya 1/73. Al Hakim mengatakan sesuai syarat Bukhari Muslim, begitu pula Adz Dzahabi).

 Yaaahhh sudah selaiknya kita ( yg merasa wanita ) menjaga kehormatan diri dengan perisai malu. Dengan begitu kita mulia bukan dari pandangan manusia saja, tapi mulia dihadapan Allah SWT lebih utama ^,^V.

Sabtu, 11 Februari 2012

Kelahiran Blog- ku ^^

بسم الله الر حمن الر حيم


Alhamdulillah,, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesempatan kepada hamba-Nya untuk menggali dan belajar lewat sebagian ilmu berupa kecanggihan tekhnologi yang Dia takdirkan untuk dapat dimanfaatkan demi kebaikan. Akhirnya lahirlah blog sederhana ini di depan anda. hehe ^^. Semoga dengan cara inilah salah satunya saya dapat berbagi ilmu serta  pengalaman yang bermanfaat bagi orang lain pada umunya dan bagi saya khususnya.

Jika terdapat kesalahan dalam blog ini, mohon koreksinya, karena saya pun masih belajar..

Terimakasih atas perhatiannya.
Jazakallah khair ^^

Entri Populer

Total Tayangan Halaman